Langsung ke konten utama

Firstime

Firstime, iya ini pertamakalinya saya nulis blog. Sebenarnya agak telat buat nulis blog mengingat kondisi sekarang ini, yang udah bukan remaja lagi, padahal tidak ada hubungan antara nulis blog dan umur. Jadi maksudnya gini, waktu jaman kuliah atau abege dulu mungkin banyak hal atau pengalaman yang menarik buat dibagikan, kalo sekarang mungkin begini-begini aja, tapi ga juga sih tergantung orangnya, yasudahlah bingung. Tapi daripada tidak sama sekali jadinya nulis aja yuk. Sebenarnya udah lama suka nulis, tapi buat dibaca sendiri aja, atau biasanya abis ditulis dihapus lagi, begitu aja terus.

Nah, sekarang kenapa dong nulis blog segala ? Jawabannya adalah, karena saya butuh wadah buat bercerita, mengekspresikan diri lewat tulisan-tulisan, walaupun siapa juga yang mau baca haha. Kadang saya merasa lebih enak mengungkapkan sesuatu lewat tulisan daripada bicara langsung, tadinya mau nulis lewat Instagram aja tapi berhubung kolom caption itu agak terbatas jadinya nulis disini aja.

Nanti jangan heran kalo baca tulisan yang tidak berfaedah atau absurd, karena blog ini semata-mata hanya wadah buat mengekspresikan diri aja, daripada dipendam terus. Honestly so many thoughts go unsaid walaupun tidak semua apa yang ada dalam pikiran kita harus kita ungkapkan tapi setidaknya dengan menulis mungkin ada beban yang sedikit berkurang atau ada manfaat yang dapat orang lain ambil dari cerita-cerita kamu, kamu tidak akan pernah tau. 

Segitu aja dulu bagian pembukanya, Assalamualaikum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komentator

Selama kita hidup sering kali kita ketemu dengan orang atau malah jadi orang yang kerjaannya komentarin hidup orang lain. Segala yang orang lain lakukan salah aja di mata kita. Jadi teringat sama ceramahnya Ustadz Subhan Bawazir (lupa judulnya apa) tentang kisah seorang bapak sama anaknya yang mau jual keledai (atau kuda ya ?) ke pasar, kisah ini udah familiar sih. Jadi pada awalnya mereka memutuskan untuk membawa keledai tersebut dengan berjalan kaki, ketika di perjalanan mereka bertemu dengan seseorang yang bertertanya kenapa keledainya ga dinaikin aja padahal pasar masih jauh. Kemudian si anak naik keledai tersebut dan bapaknya berjalan di sebelahnya, ketika bertemu orang lagi, orang tersebut berkomentar "anak durhaka, badan masih muda dan segar malah naik keledai, bapak yang udah tua malah jalan kaki". Kemudian si bapak gantian naik keledai dan anaknya berjalan di sebelahnya, lalu orang berkomentar lagi "bapaknya tega yaa, tua-tua ga kasian sama anak masih kecil di...

Maafin Ga Yaaa ?

"Ya Allah, Ya Rabbi, Ya Rahman, Ya Rahim, siapapun Ia yang sedang berdoa kebaikan untuk hamba dalam kerahasiaan di waktu malam dan siang ataupun dalam keadaan terang-terangan, maka kembalikanlah untuknya berkali kali lipat dari apa yang Ia doakan untuk hamba. Dan untuk siapapun yang berharap dan berniat keburukan untuk hamba, maafkanlah mereka, jauhkanlah sifat itu dari mereka dan limpahkan kebahagiaan untuk mereka, kelapangan untuk mereka sebagaimana kebahagiaan yang juga hamba inginkan, dan jadikanlah kami hamba Mu yang berhati lembut dan mudah memaafkan. Aamiin". Sepenggal doa yang manjur di kala hati sedang tidak karuan, di saat diperlakukan buruk oleh orang lain. Saya percaya berdoa kebaikan pada orang yang mendzalimi kita akan menjauhkan kita dari dendam, dari hati yang busuk. Jadi pendendam itu menyeramkan dan ga tenang hidupnya. Bagaimana bisa bahagia jika hati masih menyimpan rasa marah ? Saya sebenarnya bukan orang yang bisa dengan gampang memaafkan apalagi unt...

Kapan ?

Pertanyaan "Kapan?" akhir-akhir ini jadi sedikit horor, yang nanya nya banyak dan sedikit mengintimidasi Haha lebay banget dah ! Siapa yang sering ditanyain kapan nikah ? kapan nyusul ? mana suaranyaaaa ? Kalo gitu kita sama, jawab yang paling aman adalah " doain aja yaaa semoga segera". Tapi tau ga di balik kalimat "doain aja yaa" tersimpan banyak makna, tentu saja ketika saya bilang sama orang lain mohon doanya itu saya bener-bener minta didoain, bukan hanya sekedar basa-basi biar cepet selesai topik ini, kita ga pernah tau dari doa yang mana dan dari siapa doa itu akan Allah ijabah, bisa dari orangtua kita, sahabat kita atau siapapun yang doanya emang tulus sama kita. Kalau ditanya kapan nyusul, saya emang bingung jawabnya apa, karena semua urusan perjodohan, rejeki dan maut mutlak hak Allah. Jadi saya cuma minta doanya aja. Tentu saja menikah itu bukan ajang perlombaan cepat-cepatan, walaupun hati degdeg serr jugak wkwkwk, tapi sejauh ini mencoba melur...